Sabtu, 06 Juli 2019

PLANNING dalam Manajemen


PLANNING
A.    Pengertian
Planning adalah proses merencanakan suatu kegiatan yang dilakukan pada tahap awal untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.
B.     Jenis-Jenis Perencanaan
Jenis perencanaan berdasarkan jangka waktu berlakunya rencana sebagai berikut.
1.      Rencana Jangka Panjang, merupakan rencana yang disusun untuk mencapai strategi yang digunakan dalam jangka waktu panjang.
2.      Rencana Jangka Pendek, merupakan rencana yang disusun untuk mencapai strategi yang mampu bertahan dalam jangka waktu pendek.
C.    Jenis-jenis Strategi
Jenis strategi yang digunakan perusahaan sebagai berikut.
1.      Strategi Perusahaan
Strategi yang digunakan oleh perusahaan pusat. Contohnya strategi pada Perusahaan Honda, dll.
2.      Strategi Bisnis
Strategi yang digunakan oleh perusahaan pada bidang bisnis. Contohnya strategi pada Perusahaan Honda Mobil, Perusahaan Honda Motor, dll.
3.      Strategi Fungsi
Strategi yang digunakan oleh perusahaan pada bagian fungsi. Contohnya strategi yang diterapkan pada bagian manajemen marketing, manajemen keuangan, manajemen operasional, dll.
D.    Metode Strategi
Ada empat macam metode strategi, yaitu metode SWOT, metode BCG matrik, five forces factors, dan posisi strategi.
1.      Metode SWOT
Metode SWOT merupakan suatu metode yang menggunakan pendekatan dari Strengt (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (Peluang), Threat (Ancaman) yang dimiliki perusahaan. Strategi yang dapat digunakan, meliputi:
a. S-O: gunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan dengan memanfaatkan peluang yang ada.
b.    S-T: gunakan kekuatan untuk menghindari ancaman.
c.    W-O: meminimalkan kelemahan dengan menfaatkan setiap peluang yang ada.
d.    W-T: meminimalkan kelemahan untuk menghindari ancaman.
2.      Metode BCG Matrix
Metode ini digunakan untuk mengklarifikasi suatu potensi kekuntungan yang didapat perusahaan. Ada dua data yang digunakan, yaitu:
a.      Data yang diperoleh dari Data Pasang Pasar Relatif.
b.      Data yang diperoleh dari Data Petumbuhan Ekonomi.
Ada empat lambang kondisi perusahaaan, yaitu:
a.      Bintang (kejayaan)
Pada kondisi ini, perusahaan memiliki pangsa pasar relatif, dan pertumbuhan ekonomi cukup tinggi. Strategi yang digunakan, yaitu:
·  Melakukan kerja sama dengan perusahaan lain yang memiliki standar di atas perusahaan tersebut.
·   Melakukan kerja sama dengan perusahaan yang memiliki standar yang sama dalam waktu tertentu.
·  Melakukan kerja sama dengan perusahaan lain yang memiliki standar di bawah perusahaan tersebut.
b.      Tanda Tanya (ketergantungan)
Pada kondisi ini, perusahaan memiliki pangsa pasar relatif rendah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi. Strategi yang digunakan, yaitu:
·   Melakukan inovasi produk.
·  Memperluas wilayah pasar.
·  Mengubah formula bahan baku yang dapat mempengaruhi nilai kegunaan suatu produk.
c.       Sapi Perah (kerja keras)
Kondisi ini berbanding terbalik dengan kondisi yang dilambangkan oleh tanda tanya. Strategi yang digunakan, yaitu:
·         Melakukan pengembangan produk secara konsentris.
·         Melakukan investasi ke bisnis lain.
d.      Anjing
Pada kondisi ini, perusahaan memiliki pangsa pasar relatif dan pertumbuhan ekonomi yang sangat buruk. Strategi yang digunakan, yaitu:
·         Menutup perusahaan
·         Menjual perusahaan
·         Memangkas salah satu bisnis yang dianggap buruk.
3.      Five Forces Factors by Porter
Ada lima kekuatan menurut porter, yaitu:
a.      Pelanggang
Dua hal yang mempengaruhi pelanggan, yaitu:
·         Harga jual produk:  semakin tinggi harga jual, maka semakin sedikit pelanggan yang membeli produk.
·         Daya beli masyarakat: semakin tinggi tingkat penjualan dan daya beli, maka semakin banyak pelanggan yang berdatangan.
b.      Pendatang Baru
Banyak sedikitnya pendatang baru akan dipengaruhi oleh besar kecilnya profit yang didapat dan hambatan yang terjadi di industry tertentu.
c.       Pemasok
Ketergantungan perusahaan terhadap kualitas dan harga barang baku sangatlah besar. Oleh karena itu, para pemasok memanfaatkan setiap situasi dan kondisi untuk memanipulasi setiap barang yang akan ditawarkan.
d.      Perusahaan untuk Produk Pengganti
Banyak sedikitnya produk pengganti, akan mempengaruhi tingkat daya saing yang terjadi.
e.       Pesaing Bisnis Sama
Banyak sedikitnya pesaing bisnis yang sama dalam suatu market, maka semakin tinggi tingkat daya saing.
E.     Posisi Strategi
Ada tiga posisi strategi yang digunakan perusahaan, yaitu:
1.      Cost leadership strategy, merupakan strategi yang menekan seluruh biaya produksi agar produk yang diijual memiliki harga murah.
2.      Differentiation strategy, merupakan strategi yang memberikan ciri khas pada produk, baik kualitas maupun fungsi.
3.      Business focus strategy, merupakan trategi yang hanya fokus pada satu market.



DAFTAR PUSTAKA

Hermawan, Bambang 2014. “Perencanaan (PLANNING) Dasar Management dan Bisnis”(online). (http://bambanghermawan.ilearning.me/2014/10/05/perencanaan-planning-analisis-proses-bisnis/, diakses tanggal 26 juni 2019).
Kho, Budi 2017. “Analisis Lima Kekuatan Porter”(online).  (http://ilmumanajemenindustri.com/analisis-lima-kekuatan-porter-porters-five-forces-analysis/, diakses tanggal 26 juni 2019).
Terra 2016. “POAC: Planning, Organizing, Actuating, Controlling, Manajemen Organisasi”(online). (http://medium.com/@TERRAITB/poac-planning-organizing-actuating-and-controlling-manajemen-organisasi-ea982e20529, diakses tanggal 26 juni 2019).
Zahro dan Chalimah. 2015. Manajemen teori dan aplikasi dalam organisasi, Pekalongan: Universitas Pekalongan Press.